This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 16 April 2014

identifikasi potensi siswa


IDENTIFIKASI POTENSI

PENDAHULUAN:

Potensi dapat berupa bakat maupun minat dalam diri. Bakat merupakan potensi laten yang dibawa anak sejak lahir, yang akan menunjukkan seberapa baik seseorang dapat menyelesaikan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan tertentu. Sedangkan minat merupakan faktor dalam diri seseorang yang menunjuk pada typical performance. Tampilan ini mengacu pada senang dan tidak senangnya seseorang pada suatu bidang (pekerjaan).
Keberhasilan seseorang akan terwujud apabila memiliki kemampuan dan disertai minat yang tinggi terhadap pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan. Dengan demikian, sangatlah penting bagi seseorang untuk mengenali potensi diri, terutama mengenalinya pada saat yang tepat, sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik. Apabila individu dapat mengenali potensi dalam dirinya, maka ia akan dapat mengembangkannya melalui pemilihan kegiatan-kegiatan yang sesuai dan lebih bermanfaat sehingga lebih memungkinkan anak untuk dapat mengaktualisasikan dirinya serta dapat merencanakan masa depannya dengan baik.
Tidak banyak remaja yang mau memikirkan atau mempersiapkan karirnya sejak awal. Dunia kerja seolah-olah merupakan dunia yang terisolasi bagi remaja. Ada semacam keraguan, kebingungan, kecemasan pada diri remaja, apalagi bila hal ini dikaitkan dengan tuntutan keharusan bekerja sementara banyak kualifikasi  persyaratan dan proses yang harus disiapkan. Masih banyak remaja yang tanpa pilihan dan tanpa persiapan, ketika keharusan mempersiapkan diri memasuki karier datang seiring dengan tahapan perkembangan dan fase usia yang terus berjalan. Perkembangan berpikir pada remaja antara lain “dapat memikirkan masa depan dengan membuat perencanaan  dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan  untuk mencapainya.” Maka berdasar pendapat ini, remaja mau tidak mau harus menyadari bahwa dia harus segera memilih dan mempersiapkan karier yang tepat dengan potensi dan kondisinya.
Namun  masih banyak ditemukan para siswa yang baru sadar memilih dan merencanakan kerja pada saat masa-masa kritis (terlalu terlambat melakukan pilihan dan persiapan). Hal ini seringkali disebabkan karena siswa belum memahami potensi-potensi dalam dirinya yang dapat dikembangkan untuk meraih keberhasilan dan menunjang persiapan karirnya.
Instrumen berikut ini merupakan inventori untuk mengidentifikasi potensi siswa. Hasil dari inventori ini dapat disajikan dalam bentuk profil potensi siswa yang menunjukkan seberapa besar kecenderungan masing-masing kemampuan tersebut terdapat dalam diri siswa sehingga menggambarkan potensi dalam dirinya.

PETUNJUK:
·      Bacalah dengan seksama pernyataan-pernyataan berikut ini.
·      Di lembar jawaban, lingkarilah nomor-nomor pernyataan yang sesuai dengan kondisi Anda yang sebenarnya.


PERNYATAAN-PERNYATAAN:

  1.    Buku merupakan barang yang sangat penting bagi saya
  2.    Saya dapat menghitung angka dengan mudah di luar kepala (tanpa membuat coretan)
  3.    Ketika memejamkan mata, saya sering melihat bayangan obyek/benda dengan sangat jelas
  4.    Saya melakukan kegiatan olah raga atau kegiatan fisik secara teratur
  5.    Saya memiliki suara yang merdu
  6.    Banyak teman yang sering minta nasihat dan saran dari saya
  7.    Saya sering menyendiri untuk merenung atau memikirkan masalah kehidupan
  8.    Saya sering bepergian atau sekedar jalan-jalan di alam terbuka
  9.    Saya akan berpikir lebih dulu sebelum berbicara atau menulis
 10.   Matematika dan/atau IPA adalah mata pelajaran favorit saya di sekolah
 11.   Saya sangat jeli/peka terhadap perbedaan warna
 12.   Saya tidak betah duduk diam untuk waktu yang lama
 13.   Saya dapat mengetahui bila ada nada musik atau lagu yang sumbang
 14.   Saya lebih memilih olah raga kelompok, seperti bulutangkis, bola voli atau soft ball daripada olah raga perseorangan, seperti renang atau jogging
 15.   Saya pernah melakukan konseling atau mengikuti seminar tentang perkembangan kepribadian untuk lebih memahami diri
 16.   Saya mengikuti organisasi yang berkaitan dengan lingkungan dan ingin ikut membantu menyelamatkan lingkungan dari perusakan
 17.   Saya sering belajar sambil mendengarkan radio atau kaset daripada menonton televisi/film
 18.   Saya senang bermain game atau memecahkan teka-teki yang menuntut pemikiran
 19.   Saya sering menggunakan kamera foto atau video untuk merekam apa pun yang saya lihat
 20.   Saya suka pekerjaan yang melibatkan keterampilan tangan, seperti menjahit, merajut, memahat, bertukang, atau merancang model pakaian
 21.   Saya sering mendengarkan musik (melalui radio, kaset atau CD)
 22.   Ketika sedang menghadapi masalah, saya cenderung meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah itu
 23.   Saya dapat menghadapi kegagalan dengan tabah
 24.   Saya menyukai binatang piaraan
 25.   Saya menyukai permainan yang melibatkan kata-kata (seperti Scrabble atau kata sandi)
 26.   Saya senang membuat eksperimen sederhana tentang “apa yang akan terjadi seandainya” (misal: apa yang akan terjadi seandainya bunga mawar saya sirami dengan teh setiap pagi?)
 27.   Saya senang mengerjakan teka-teki menyusun potongan gambar (puzzle)
 28.   Gagasan-gagasan terbaik saya biasanya muncul ketika saya berjalan-jalan, jogging, atau saat melakukan kegiatan fisik lainnya
 29.   Saya dapat memainkan alat musik
 30.   Saya memiliki sedikitnya tiga teman yang dekat/akrab
 31.   Saya memiliki tujuan-tujuan penting dalam hidup, yang selalu saya pikirkan
 32.   Saya melakukan hobi yang berkaitan dengan alam
 33.   Saya senang menghibur diri sendiri atau orang lain dengan serangkaian kata/kalimat seperti pantun, puisi, atau permainan kata lainnya
 34.   Saya berusaha mencari pola, keteraturan, atau urutan logis dalam berbagai hal
 35.   Saya sering mengalami mimpi yang seperti tampak nyata
 36.   Saya senang menghabiskan waktu luang dengan beraktivitas di ruang terbuka
 37.   Hidup saya akan terasa lebih sengsara tanpa musik
 38.   Untuk mengisi waktu, saya lebih menyukai permainan bersama, seperti monopoli atau kartu, daripada hiburan yang bersifat individual, seperti video game atau solitaire
 39.   Saya melakukan kegiatan yang sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan hidup saya
 40.   Saya senang mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan alam
 41.   Kadangkala orang meminta saya menjelaskan kembali makna kata yang saya ucapkan atau kata-kata dalam tulisan saya
 42.   Saya tertarik pada perkembangan baru di bidang sains
 43.   Saya tidak mudah tersesat di daerah baru yang belum saya kenal
 44.   Saya sering menggunakan gerak tangan (bahasa tubuh) ketika berbicara dengan orang lain
 45.   Kadangkala saya berjalan kaki sambil melantunkan lagu yang melintas di benak saya
 46.   Saya sering mengajarkan/menyampaikan kepada orang lain tentang hal-hal yang saya sukai
 47.   Dari masukan teman-teman, saya jadi tahu kekuatan dan kelemahan dalam diri saya
 48.   Saya cukup fasih menjelaskan perbedaan berbagai jenis flora atau fauna
 49.   Bagi saya, pelajaran Bahasa Inggris dan Sejarah lebih mudah daripada Matematika dan IPA
 50.   Saya yakin, hampir semua hal bisa dijelaskan secara rasional
 51.   Saya suka menggambar atau mencoret-coret
 52.   Saya harus menyentuh sesuatu/benda agar dapat lebih mengenal/memahami benda itu
 53.   Saya dapat mengikuti irama musik dengan menggunakan alat perkusi sederhana
 54.   Saya dan juga teman-teman, menganggap bahwa saya pantas dijadikan pemimpin
 55.   Saya lebih memilih menghabiskan akhir pekan sendirian di sebuah pondok di hutan daripada di tempat peristirahatan mewah yang ramai orang
 56.   Saya senang membaca buku/majalah atau nonton acara televisi yang menggambarkan/ menceritakan tentang alam
 57.   Bagi saya, belajar bahasa asing (misalnya Bahasa Inggris) relatif mudah
 58.   Saya lebih senang bermain dengan angka-angka daripada kata-kata atau gambar
 59.   Bagi saya, mempelajari sketsa atau tata ruang lebih mudah dan lebih menarik dibandingkan belajar tentang angka-angka (berhitung)
 60.   Saya menikmati kegiatan yang menantang bahaya atau menegangkan/mencekam
 61.   Saya dapat mengenali nada-nada berbagai macam lagu atau musik
 62.   Saya senang berada di tengah keramaian
 63.   Saya adalah orang yang berkeinginan kuat dan berpikiran mandiri
 64.   Ketika berlibur, saya lebih memilih pergi ke alam terbuka daripada mengunjungi situs-situs kebudayaan
 65.   Saya berbicara berdasarkan pada hal-hal yang pernah saya dengar atau baca
 66.   Saya dapat menemukan kesalahan penalaran/pikiran dalam perkataan dan tindakan orang lain
 67.   Saya dapat membayangkan tampilan suatu benda jika dilihat dari sisi atas
 68.   Saya sering memperagakan hal-hal yang harus saya jelaskan pada orang lain
 69.   Setelah saya mendengar suatu karya musik, biasanya saya dapat menyanyikannya kembali dengan baik
 70.   Saya senang mengikuti berbagai kegiatan sosial
 71.   Saya memiliki buku harian atau catatan pribadi untuk menuliskan kehidupan pribadi saya
 72.   Saya suka pergi ke kebun binatang atau melihat-lihat akuarium
 73.   Saya pernah menulis karangan yang sangat membanggakan
 74.   Ketika menerima barang dari orang lain, maka saya akan menghitung, mengukur atau menata ulang barang-barang tersebut
 75.   Saya lebih senang membaca buku yang banyak gambar atau ilustrasinya
 76.   Saya senang memberikan tanda (coretan) pada buku yang sedang saya baca
 77.   Saya sering mengetuk-ngetukkan jari atau bernyanyi kecil ketika sedang mengerjakan sesuatu
 78.   Saya lebih senang menghadiri pesta yang meriah daripada tinggal sendirian di rumah
 79.   Saya ingin menjadi wiraswastawan atau memulai usaha sendiri suatu saat nanti
 80.   Saya senang kegiatan berkebun
 81.   Saya senang membeli buku daripada membeli kaset/CD
 82.   Saya lebih senang mengerjakan soal matematika daripada mengarang cerita
 83.   Saya senang mengumpulkan foto-foto
 84.   Hampir setiap hari saya melakukan olah raga meskipun yang ringan-ringan saja
 85.   Sehari tanpa musik, hidup ini terasa sepi dan membosankan
 86.   Saya lebih senang berdiskusi atau bekerjasama dengan teman daripada bekerja sendirian
 87.   Apa yang saya lakukan senantiasa saya sesuaikan dengan nilai-nilai dalam hidup saya
 88.   Saya lebih senang belajar di halaman rumah yang menghadap ke kebun daripada belajar di kamar
 89.   Saya sering menulis pengalaman-pengalaman saya
 90.   Menurut teman-teman, saya punya kemampuan yang lebih pada pelajaran matematika
 91.   Saya dapat membuat sketsa/ denah suatu rumah termasuk ruang-ruang yang ada di dalamnya
 92.   Saya tidak suka jika harus duduk diam saja sepanjang hari
 93.   Saya senang menikmati irama musik
 94.   Saya lebih senang pergi beramai-ramai bersama teman-teman
 95.   Saya senang membaca otobiografi orang-orang terkenal
 96.   Saya senang membantu ibu/ayah mencangkok bunga/tanaman
 97.   Mengarang merupakan kegemaran saya
 98.   Menurut saya, setiap kejadian pasti dapat dijelaskan secara logis
 99.   Bagi saya, membuat disain adalah pekerjaan yang mudah
100. Saya tidak tahan duduk terlalu lama
101. Saya senang nonton konser musik
102. Saya selalu menemukan teman dekat dimana saja berada
103. Dalam menilai suatu masalah, saya selalu melihat pengaruhnya pada diri saya sendiri
104. Rumah yang menyenangkan adalah rumah yang halamannya penuh dengan tanaman
105. Saya senang ketika diminta menceritakan pengalaman-pengalaman saya
106. Saya sering menghitung langkah kaki saya ketika sedang berjalan
107. Ketika memasuki suatu bangunan, saya tertarik untuk membuat gambarnya
108. Pada saat duduk, tanpa saya sadari kadangkala kaki saya bergerak-gerak (terayun-ayun)
109. Saya memiliki koleksi kaset/CD berbagai jenis musik
110. Saya lebih senang membicarakan masalah saya dengan teman daripada merenung sendiri
111. Saya sering melakukan introspeksi diri
112. Saya sangat senang menghirup udara segar di alam bebas
113. Saya senang bila diminta teman-teman untuk menjadi juru bicara
114. Saya selalu menghitung kembali nota pembelian yang saya terima dari kasir toko
115. Saya dapat membayangkan tempat atau situasi yang diceritakan oleh teman-teman meskipun saya belum pernah mengunjungi tempat itu
116. Saya sering melakukan relaksasi bila badan terasa lelah
117. Saya dapat menghafalkan lagu dengan mudah
118. Bagi saya, hidup terasa menyenangkan karena ada teman di sekitar kita
119. Apabila mengalami suatu masalah, saya selalu mencari kesalahan yang telah saya lakukan
120. Pesta kebun lebih menyenangkan daripada di dalam ruang yang gemerlap


LEMBAR  JAWABAN


N A M A
:
____________________________________________
KELAS / NO.
:
____________________________________________













1
2
3
4
5
6
7
8

9
10
11
12
13
14
15
16

17
18
19
20
21
22
23
24

25
26
27
28
29
30
31
32

33
34
35
36
37
38
39
40

41
42
43
44
45
46
47
48

49
50
51
52
53
54
55
56

57
58
59
60
61
62
63
64

65
66
67
68
69
70
71
72

73
74
75
76
77
78
79
80

81
82
83
83
85
86
87
88

89
90
91
92
93
94
95
96

97
98
99
100
101
102
103
104

105
106
107
108
109
110
111
112

113
114
115
116
117
118
119
120



















A = …..
B = …..
C = …..
D = …..
E = …..
F = …..
G = …..
H = …..













PROFIL POTENSI SISWA


N A M A
:
____________________________________________
KELAS / NO.
:
____________________________________________



15

14

13

12

11

10

9

8

7

6

5

4

3

2

1



































































































































































A

B

C

D

E

F

G

H

Bidang-bidang potensi dan kegiatan atau pekerjaan yang sesuai, meliputi:

A
:
Kemampuan Verbal-Linguistik :
Potensi yang menggambarkan kemampuan seseorang dalam mengerti/memahami ide-ide dan konsep-konsep yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata. Kemampuan ini menunjukkan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, dan berbicara, serta keterampilan auditorial. Pekerjaan yang sesuai dengan orang yang memiliki kemampuan ini adalah pekerjaan yang berkaitan dengan tulis-menulis maupun penggunaan kata/kalimat, seperti penyair, pengarang/penulis, narator, pembaca berita, atau editor.
B
:
Kemampuan Logis-Matematis :
Potensi yang berhubungan dengan kemampuan ilmiah. Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan ini adalah pekerjaan yang menuntut pemikiran kritis atau berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan dan analisa data, serta melakukan interpretasi dan membuat suatu kesimpulan atau ramalan berdasarkan data yang diperolehnya.
C
:
Kemampuan Spasial       :
Potensi yang menunjukkan kemampuan seseorang untuk membentuk dan menggunakan model mental, yakni cenderung berpikir dalam atau dengan gambar dan cenderung mudah belajar melalui sajian visual seperti film, gambar, video, dan peragaan yang menggunakan model atau slide. Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan ini adalah pekerjaan yang dilakukan dengan menggambar, melukis, atau membuat/membaca peta, dan berimajinasi.
D
:
Kemampuan Kinestetik  :
Potensi yang menunjukkan kemampuan seseorang dalam memproses informasi melalui sensasi yang dirasakan pada badan mereka. Kemampuan ini ditunjukkan oleh keterampilan jasmaniah, baik dengan menggunakan otot kecil maupun otot besar. Pekerjaan yang sesuai untuk orang yang memiliki potensi tinggi dalam kinestetik adalah pekerjaan yang banyak menggunakan aktivitas fisik atau olah raga.
E
:
Kemampuan Musikal      :
Potensi yang berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat seni, khususnya musik dan lagu. Orang yang mempunyai kemampuan musikal ini sangat peka terhadap suara atau bunyi, lingkungan dan juga musik. Pekerjaan yang menuntut  kemampuan ini adalah pekerjaan yang berkaitan dengan dunia musik seperti pencipta atau aransemen lagu, pemain musik, penyanyi, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang sejenis.
F
:
Kemampuan Interpersonal  :
Potensi yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menbina hubungan sosial dengan orang lain. Pekerjaan yang sesuai dengan potensi ini adalah pekerjaan yang menuntut hubungan pribadi dan bidang pelayanan, misalnya pelayanan pribadi, pelayanan sosial, pengajaran, kepengacaraan, pelayanan kesehatan, penyuluhan, atau kepenasihatan.
G
:
Kemampuan Intrapersonal  :
Potensi yang menggambarkan kesadaran mendalam akan perasaan batin yakni bekenaan dengan kemampuan memahami diri, kemampuan dan pilihannya sendiri. Pekerjaan yang sesuai untuk orang yang memiliki potensi tinggi dalam kemampuan intrapersonal adalah pekerjaan yang dilakukan berdasarkan program sendiri dan hanya dilakukan sendirian, seperti programer atau analis.

H
:
Kemampuan Natural   :
Potensi yang berkenaan dengan kemampuaan melakukan kegiatan-kegiatan di alam terbuka dan banyak berkecimpung dengan hewan dan tanaman. Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan tersebut meliputi bidang-bidang pertanian, perkebunan, peternakan, pemeliharaan hewan, pelestarian sumber-sumber alam atau tempat wisata.


Senin, 20 Mei 2013

self modelling


SELF MODELING
1.      Pengertian
            Strategi untuk memodifikasi perilaku dengan pengubahan dan pembentukan perilaku melalui diri sendiri sebagai model.
            Menurut Hosford dan Visser yang dimaksud dengan self model adalah Suatu prosedur dimana klien melihat dirinya sebagai model dengan cara menampilkan perilaku tujuan yang diharapkan. Klien mempraktekkan perilaku kemudian direkam. Praktek yang berhasil diberi penguat dan yang salah diperbaiki.

2.      Pandangan Terhadap Perkembangan Manusia
            Manusia adalah makhluk yang sanggup mengatur dirinya, proaktif, reflektif, dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi tindakan mereka sendiri (Albert Bandura).
            Seseorang akan dapat mengikuti dan memperhatikan secara lebih baik saat melihat diri dari tampilan mereka sendiri (Hosford, Moss, Morrel, 1976). dan dengan melihat diri sendiri menampilkan perilaku akan memberikan keyakinan bahwa seseorang mampu memperoleh kemampuan-kemampuan itu.
            Ketika individu melakukan latihan keterampilan yang dilakukan melalui observasi diri sendiri, individu akan menyadari dan memahami bahwa ia juga memiliki potensi atau kelebihan yang dapat dikembangkan.

3.      Pandangan Terhadap Perkembangan Perilaku Normal
            Menurut pandangan Hughes, Ginett, dan Curphy (2009) kaitan dengan keyakinan diri menjelaskan bahwa keyakinan diri seseorang dibagi dalam dua jenis yaitu Keyakinan diri positif (positif self efficacy) dan Keyakinan diri negatif (negatif self efficacy).
            Yang dimaksud dengan Keyakinan diri positif (positif self efficacy) adalah keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa ia percaya mempunyai kuasa untuk menciptakan apa yang ia inginkan atau harapkan. Seseorang dengan pandangan seperti ini akan mengalami perkembangan dengan baik.

4.      Pandangan Terhadap Perkembangan Perilaku Menyimpang
            Jika dalam perkembangan manusia secara normal terdapat unsur keyakinan diri positif (positif self efficacy), maka individu yang menyimpang dalam perkembangan perilakunya adalah individu yang memiliki keyakinan diri negatif (negaitif self efficacy).
Negative self efficacy adalah keyakinan yang membuat diri sendiri menjadi lemah atau melemahkan diri sendiri (Pesimistis dengan kemampuan diri dan selalu memandang orang lain lebih unggul). Seseorang yang memiliki negative self efficacy sering kali menyerah dalam menghadapi kesulitan.

5.      Proses Terapi
Hosford dan Visser (1974) merinci bahwa ada lima langkah dalam prosedur self modeling yaitu:
1.      Rasional perlakuan
Konselor menjelaskan kepada klien tentang prosedur, tata cara, dan aturan dalam proses konseling yang meliputi:
a.       Konselor memberikan rasional tentang strategi
b.      Konselor memberikan gambaran singkat tentang strategi
c.       Konselor memeriksa keinginan klien untuk mencoba strategi
2.      Merekam perilaku yang diharapkan
Dalam bagian ini dibutuhkan media untuk digunakan perekaman seperti recorder, video recorder, kamera, atau alat rekam lain untuk menyimpan perilaku yang diharapkan dengan proses sebagai berikut:
a.       Konselor dan konseli merinci perilaku-perilaku yang diharapkan
b.      Konselor melatih klien cara menampilkan perilaku yang diharapkan
c.       Klien  menampilkan latihan perilaku yang diharapkan
d.      Klien mendemonstrasikan perilaku dalam sesi konseling dan kemudian direkam oleh konselor
e.       Klien mendemonstrasikan perilaku yang diharapkan diluar sesi konseling dan merekamnya
f.       Pengulangan sesi rekaman sampai contoh perilaku yang diharapkan diperoleh.
3.      Melakukan Editing
Tugas konselor adalah mengedit rekaman supaya klien melihat atau mendengar hanya perilaku tujuan yang diharapkan dan menghapus contoh-contoh perilaku yang tidak diharapkan.
4.      Mendemonstrasikan rekaman yang telah diedit
a.       Konselor mengajari klien mengenai apa yang dilihat selama rekaman diputar
b.      Konselor memutar kembali rekaman yang diedit untuk observasi klien
c.       Konselor memberikan umpan balik yang positif bagi klien untuk mendemonstrasikan perilaku yang diharapkan
d.      Konselor mendorong mempraktekkan perilaku yang direkam. Perilaku yang sesuai harapan diberi penguatan dan yang salah diperbaiki


5.      Tugas rumah: observasi diri klien dan praktek
a.       Konselor memberikan tugas kepada klien untuk mengobservasi atau memperhatikan rekaman model dan mempraktekkanya dengan orang lain
b.      Konselor juga meminta merekam praktek klien dengan orang lain dan selanjutnya penampilan perilaku klien dinilai oleh konselor
c.       Konselor atau klien mengadakan pertemuan lanjutan sebagai tindakan lanjutan.

 

DAFTAR PUSTAKA
            Nursalim, Mochamad dkk. 2005. Strategi Konseling. Surabaya: Unesa University   Press.
            Wulandari, fitriana Diah. 2009. Penerapan Konseling Kelompok dengan Strategi Self         Modeling Untuk Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa. Article

Sabtu, 18 Mei 2013

Hypnothraphy


Hypnotherapy

A.    Pandangan tentang manusia
Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar, (conscious), prasadar (preconscious), dan tak sadar (unconscious). Menurut Freud juga, alam bawah sadarlah yang mengendalikan sebagian besar perilaku manusia. Ketidaksadaran diartikan sebagai suatu gudang dari imej-imej yang tak dapat diterima (ditolak oleh norma atau kode moral tertentu), peristiwa masa lampau, impuls-impuls, dan keinginan-keinginan yang tidak kita sadari.
Hypnosis didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran dimana fungsi analitis logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk ke dalam kondisi bawah sadar (subconscious/ unconscious), dimana tersimpan beragam potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kulaitas hidup. Individu yang berada pada kondisi “hypnotic trance” lebih terbuka terhadap sugesti dan dapat dinetralkan dari berbagai rasa takut berlebih (phobia), trauma ataupun rasa sakit. Individu yang mengalami hypnosis masih dapat menyadari apa yang terjadi di sekitarnya berikut dengan berbagai stimulus yang diberikan oleh terapis.
Terapi hipnotis merupakan fenomena ilmiah, namun hingga kini masih belum terdapat definisi yang jelas, bagaimana sebenarnya mekanisme kerja hypnotherapy. Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa hipnoterapi menstimulir otak untuk melepaskan neurotransmitter, zat kimia yang terdapat d otak, enchepalin dan endorphin yang berfungsi untuk meningkatkan mood sehingga dapt mengubah penerimaan individu terhadap sakit atau gejala fisik lainnya.
Sementara menurut Prof. John Gruzelier, seorang pakar psikologi di Caring Cross Medical School, London, guna menginduksi otak dilakukan dengan memprovokasi otak kiri untuk non aktif dan memberikan kesempatan kepada otak kanan untuk mengambil kontrol penuh atas otak secara keseluruhan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat otak fokus pada suatu hal secara monoton menggunakan suara dengan intonasi datar (seolah tidak ada hal penting untuk diperhatikan).
Hipnotherapi adalah terapi yang dilakukan pada subjek dalam kondisi hypnosis. Hipnotherapi sering digunakan untuk memodifikas perilaku subjek, isi perasaan, sikap, juga keadaan seperti kebiasaan disfungsional, kecemasan, sakit sehubugan stress, manajemen rasa sakit, dan perkembangan pribadi.

Secara umum mekanisme kerja hipnoterapi sangat terkait dengan otak manusia. Aktifitas ini sangat beragam pada setiap kondisi yang diindikasikan melalui gelombang otak yang dapat diuukur menggunakan alt bantu EEG (Electroenchepalograph). Berikut diuraikan berbagai gelombang otak disertai dengan aktifitas yang terkait:

No.
Frekuensi Gelombang Pikiran
Keterangan
1.
Beta
(14-30 Hertz)
·         Merupakan gelombang otak yang mempunyai frekuensi paling tinggi, yaitu antara 14 siklus per detik (spd) atau Hertz hingga 30 spd/Hz
·         Gelombang ini diproduksi otak saat seseorang dalam kondisi terjaga/ sadar sepenuhnya atau saat pikiran sadar sangat aktif
·         Kondisi ini terjadi pada saat seseorang yang sedang sibuk belajar, menganalisis, atau memperhatikan sesuatu yang umumnya diluar dirinya (focus eksternal)
·         Pikiran bawah sadar seseorang belum aktif dalam kondisi ini.
2.
Alpha
(8-13,9 Hertz)
·         Merupakan jenis gelombang denan frekuensi di bawah beta, yaitu antara 8-13,9 Hz.
·         Gelombang ini diproduksi otak pada saat seseorang berada dalam kondisi focus, tenang, santai, relaks.
·         Kondisi ini terjadi pada saat seseorang melakukan latihan pernafasan, meditasi, sholat, doa, zikir, atau mulai berfokus pada sutu hal saja (focus internal).
·         Pikiran bawah sadar seseorang dalam kondisi ini sudah aktif dan cocok untuk melakukan pemrograman diri.
3.
Teta
(4-7,9 Hertz)
·         Merupakan jenis gelombang dengan frekuensi di bawah alpha, yaitu berkisar antara 4-7,9 Hz
·         Gelombang ini terjadi pada saat seseorang merasakan kenyamanan atau kantuk yang luar biasa
·         Kondisi ini terjadi saat seseorang hendak tidur, melakukan meditasi advance, berimajinasi kreatif, berhalusinasi, dan lain sebagainya.
·         Pikiran bawah sadar seseorang dalam kondisi ini sangat aktif bahkan menggantikan posisi pikiran sadarnya.
4.
Delta
(0,1-3,9 Hertz)
·         Delta merupakan jenis gelombang otak yang paling lambat, yang berkisar antara 0,1-3,9 Hz
·         Gelombang ini terjadi ketika manusia masuk ke dalam tidur yang sangat nyenyak (sleep state)
·         Kondisi ini sering kali dirasakan oleh seseorang setip harinya.
·         Pikiran bawah sadar seseorang dalam kondisi ini aktif, tetapi tidak mampu mencerna lagi informasi yang sedang diterimanya.

B.     Perkembangan perilaku normal
Semua kebiasaan, perangai, dan pola pemikiran kita sekarang merupakan hasil pemrogaman bawah sadar dari orang tua, guru, teman sebaya, rekan kerja, televisi – berbagai macam sumber. Pemrogaman ini bisa mendorong kita meraih keberhasilan walaupun tampaknya mustahil, maupun mengahalangi kita dalam meraihnya meskipun kita telah berusaha sebaik mungkin. Maka supaya berhasil, sangat penting bagi kita untuk memperoleh dan mempertahankan kendali pemrograman bawah sadar.
Setiap orang memiliki kemampuan untuk mengubah dirinya sendiri menjadi lebih baik. Dalam pandangan hypnotherapy, suatu perilaku yang normal adalah perilaku manusia yang penuh percaya diri, selalu termotivasi, fokus, terbebas dari kebiasaan buruk, berpikir positif, dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Hypnotherapy berusaha memodifikasi perilaku manusia dengan masuk ke alam bawah sadar mereka.

C.    Perkembangan perilaku menyimpang
Pada hakikatnya, kita semua mengalami kesulitan dalam mengubah pola kebiasaan pada waktu tertentu. Jika sudah mempelajari sesuatu, bawah sadar anda cenderung menolak perubahan; dan semakin anda mencoba memaksakan perubahan, penolakan semakin besar.
Ada hukum dasar mengenai akal yang berlaku disini: jika akal sadar dan bawah sadar bertentangan, akal bawah sadar selalu menang.
Hal ini disebut hukum pertentangan. Hukum ini juga bisa dinyatakan dengan cara lain, yaitu jika imajinasi dan logika bertentangan, imajinasi biasanya menang.
Hukum ini bisa dibuktikan berulang-ulang: oleh perokok yang tidak bisa berhenti tanpa bantuan dari luar, oleh pelaku diet yang berat badannya selalu naik turun, oleh orang ramah tamah yang tiba-tiba kaku karean takut ketika berbicara di depan orang banyak., dan oleh diri kita masing-masing saat kita bertanya mengapa hal-hal yang ingin kita ubah dalam hidup kita tidak terjadi dengan mudah.

D.    Teknik terapi
Hypnotherapy menekankan pada intervensi emosi/ perasaan.
Asumsi dasar:
E (emosi)                    K (kognisi)                  T (tindakan)
E (emosi)                     T (tindakan)                K (kognisi)

Tahapan dalam proses Hypnosis:
1.      Pre Induction
Pre induction adalah proses memengaruhi atau menjalin komunikasi serta membina hubungan dengan orang lain (rapport)
Contoh:
Konselor bisa melakukan mirroring (mengikuti atau menyamakan setiap tarikan nafas dengan konseli, gerak-gerik seluruh tubuh, intonasi, dsb. Selain itu konselor bisa melakukan percakapan ringan yang membuat konseli merasa nyaman dengan konselor.
2.      Induction/ Deepening
Tahapan ini dilakukan dengan tujuan memengaruhi atau menggiring pikiran konseli untuk berpindah dari alam beta masuk kedalam alpha atau bahkan teta (alam bawah sadar)
Contoh induction/ deepening dengan teknik buka-tutup mata:
 “Nikmati relaksasi yang sedang anda rasakan. Anda semakin nyaman dalam istirahat anda…
Nanti ketika saya minta anda untuk membuka mata, maka bukalah mata anda…
Dan saat saya minta anda tutup mata, maka tutup mata anda dan rasakan kembali relaksasi yang anda rasakan sekarang ini atau bahkan lebih nyaman dari sebelumnya.
Jika anda mengerti anggukkan kepala anda… (tunggu respon suyet)
Sekarang buka mata anda… (tunggu sampai mata suyet terbuka)
Tutup mata anda…
Masukki alam relaksasi lebih dari sebelumnya…
Mata anda tertutup rapat, semakin berat, semakin mengantuk.
3.      Trance level test
Bertujuan menguji konseli, apakah sudah masuk ke sugesti area ataukah belum.
Seseorang yang mengalami hypnosis menjadi sangat rileks, dan biasanya menunjukkan ia bernafas dengan diafragma yang lambat. Denyut nadi mulai melambat dan mungkin matanya menjadi lembab atau bagian putih di matanya menjadi merah. Kelopak mata bisa berkedip-kedip. Wajah tampak rileks seakan tanpa ekspresi.
4.      Suggestion
Sugesti digunakan sesuai kebutuhan dan tujuan dilaksanakannya hypnotherapy
Contoh naskah untuk berhenti merokok:
“Merokok adalah kebiasaan yang buruk bagi kesehatan. Setiap kebiasaan yang muncul dapat dihilangkan dan diganti dengan kebiasaan yang lain. Setiap orang bisa berubah. Anda pun bisa menghilangkan kebiasaan merokok Anda dan menggantinya dengan kebiasaan lain yang lebih sehat.
Mulai sekarang, setiap kali Anda mengambil sebatang rokok, Anda sadar bahwa kebiasaan ini merusak kesehatan Anda. Jika Anda menyalakan korek, Anda akan selalu ingat dampaknya yang buruk bagi kesehatan Anda. Setiap kali Anda ingin merokok, Anda merasakan ada kekuatan aneh yang terus mendorong Anda untuk merokok. Tanpa Anda sadari, kekuatan itu terus menganggu.
Anda sering kali merasakan kekuatan itu sesudah makan, di saat sendiri, membaca, atau berkumpul dengan teman-teman. Mulai saat ini, setiap kali Anda ingin merokok, Anda akan selalu melihat rokok sebagai pengganggu kesehatan Anda dan Anda bisa lepas dari pengaruh kekuatannya.
Ketika melihat rokok atau melihat orang lain merokok, Anda tidak lagi terdorong untuk merokok. Setiap rokok yang Anda hisap tidak lagi terasa enak dan Anda ingin menghentikannya. Jadikan keinginan ini sebagai niat yang besar sekali dalam diri Anda. Tanamkan niat ini dengan kuat dalam pikiran dan hati Anda. Jadikan niat ini sebagai keputusan Anda untuk berhenti merokok”.

5.      Post hypnosis
Tahap ini dilakukan dengan tujuan membawa kembali konseli ke alam sadar.
Contoh:
“Baik sebentar lagi saya akan membangunkan anda…
Dan nanti anda akan bangun dalam keadaan sangat segar, sangat sehat, dan sangat bersemangat…
Sekarang saya akan membangunkan anda…
Dengan menghitung angka satu sampai lima…
Semakin besar angkanya… semakin membuat anda segar..sehat… dan bersemangat
Dan akhirnya anda sadar sepenuhnya…
Jika anda paham… anggukkan kepala anda…
Bagus sekali…
Satu… semakin segar…
Dua… semakin sehat…
Tiga… semakin bersemangat…
Empat… semakin segar, sehat, dan bersemangat…
Dan perlahan buka mata anda…
Lima… anda sekarang sangat segar… sangat sehat.. dan sangat bersemangat
Dan sekarang buka mata anda…
Nyamankan…?”














DAFTAR PUSTAKA

Anam, Saiful. 2010. 4 Jam Pintar  Hypnosis. Jakarta: Visimedia
Hakim, Andri. 2011. Dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar. Jakarta. Visimedia
Hunter, R. 2011. Seni Hipnosis: Penguasaan Teknik-Teknik Dasar. Jakarta: Indeks
_____________ Seni Hipnoterapi: Penguasaan Teknik Yang Berpusat Pada Klien. Jakarta: Indeks
Praworo, Kukuh. 2012. Les Privat Hipnotis. Yogyakarta. Cakrawala

Pengikut